Tentang TIDE

TIDE Tanjung Labun 2025

Kawasan Wisata Pantai Tanjung Labun merupakan objek wisata alam yang dikelola dengan konsep pelestarian. Objek wisata ini terletak di Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung (Gambar 1). Pantai ini berjarak sekitar 22 km dari pusat kota Toboali, Bangka Selatan dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaran dengan waktu tempuh 35 menit. Kehadiran batuan granit yang berukuran besar menjadi daya tarik keindahan alam di kawasan ini. Berbeda dengan kawasan wisata pantai lainnya yang cenderung panas dan tidak banyak pepohonan, pantai Tanjung Labun ini sangat rindang dan sejuk karena dipenuhi pepohonan yang merupakan komponen asli hutan pantai

Kawasan Wisata Pantai Tanjung Labun dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Tanjung Labun yang terbentuk sejak tahun 2018. Awalnya merupakan kawasan hutan lindung milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang pengelolaannya diserahkan kepada Pokdarwis Tanjung Labun dengan Izin Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKM). Karena adanya larangan menebang pohon itulah, maka pengelola membangun fasilitas wisata berupa jalan, area bermain, penginapan dan balai-balai, berdasarkan lansekap pepohonan yang ada di kawasan ini, sehingga kelestarian alamnya masih terjaga. Bahkan dengan adanya pengelolaan masyarakat sebagai daerah wisata, hutan menjadi lebih lestari karena terhindar dari pembalakan liar (komunikasi personal dengan Dinas Kehutanan Bangka Selatan).

Selain menonjolkan keindahan alamnya, Pokdarwis Tanjung Labun juga mengembangkan kegiatan kreatif pariwisata dengan menyediakan kuliner lokal di area wisata, dan penyelengaaran event-event khusus yang diprakarsai oleh Pokdarwis seperti camping, outing keluarga/kantor bahkan turnamen olahraga komunikasi personal dengan Pengelola Pokdarwis Tanjung Labun. Dengan ramainya aktivitas wisata, pendapatan dari Pantai Tanjung Labun menjadi salah satu andalan pendapatan desa. Namun semenjak covid tahun 2020-2022, aktivitas wisata di area ini menjadi jauh berkurang, karena larangan kegiatan berkelompok. Setelahnya aktivitas wisata mulai pulih, namun karena beberapa kasus berkaitan dengan timah yang terjadi belakangan ini yang menyebabkan lesunya ekonomi di Bangka, kegiatan wisata pun menjadi lesu kembali, sehingga pengelolaan wisata terpaksa dihentikan sementara sepanjang tahun 2024, sehingga berdampak pada berkurangnya pendapatan masyarakat.

Oleh sebab itu, kegiatan TIDE (Technology Integration for Digital Ecotourism) di Kawasan Wisata Tanjung Labun ini bertujuan untuk menerapkan integrasi teknologi digital untuk meningkatkan daya tarik wisata di kawasan pantai Tanjung Labun. Berdasarkan survey yang diadakan pada tahun 2024 melalui kegiatan Pengabdian Masyarakan P2MI FITB, teridentifikasi potensi pengembangan kawasan wisata ini

Aspek Keterangan
Batuan dan proses geomorfologi Batuan berukuran besar dengan bentukan yang unik merupakan batuan granit tipe S berumur Trias Akhir bagian dari Formasi Klabat (Nurdiana, 2014), serta bentukan bentang alam yang menyimpan proses geomorfologi.
Keanekaragaman Hayati Beragam jenis flora dan fauna yang ada di dalamnya serta bentang alam yang menyajikan keindahan pemandangan ekosistem hutan pantai
Pendidikan Memberikan pemahaman serta pandangan baru kepada pengunjung terhadap pentingnya melakukan pelestarian ekosistem. Dengan informasi yang tepat, Lokasi wisata pun dapat menjadi laboratorium alam yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai civitas academia
Aspek sosial-ekonomi Pemanfaatan keanekaragaman geologi dan hayati melalui kegiatan ekowisata dengan melibatkan warga sekitar agar dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan mereka.

Berdasarkan masalah dan potensi yang telah diuraikan di atas, pendekatan yang akan diterapkan dalam kegiatan ini mengusung pendekatan digitalisasi informasi di Kawasan Wisata Tanjung Labun, Bangka Selatan. Kegiatan TIDE di Kawasan Wisata Tanjung Labun ini didanai oleh Skema Pengabdian kepada Masyarakat Bottom Up Institut Teknologi Bandung 2025 dengan koordinator pelaksana Mika Rizki Puspaningrum, Ph.D. Pelaksana kegiatan terdiri atas tim TIDE dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Bangka Belitung, dan Pokdarwis Tanjung Labun.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Kami mengusung pendekatan digitalisasi informasi di Kawasan Wisata Tanjung Labun, Bangka Selatan.

  • Identifikasi

    Identifikasi geo dan biodiversitas di Kawasan Tanjugn Labun, Bangka Selatan.

  • Digitalisasi

    Pembuatan database dan website hasil indentifikasi geo dan biodiversitas Kawasan Tanjung Labun, Bangka Selatan, serta pembuatan kode QR yang tertaut ke laman website

  • Integrasi

    Pemasangan kode QR untuk masing-masing objek dan integrasi dengan informasi digital

  • Diseminasi

    Pelatihan dan pendampingan penggunaan dan pembaharuan database dan tampilan website

  • Aplikasi Kegiatan Wisata Kreatif

    Pembuatan model kegiatan wisata kreatif dengan Pordarwis

    Uji coba model kegiatan dengan pelajar sekolah sekitar dan mahasiswa UUB

  • Be Part
    Of Our
    Story!